Manfaat Jahe dan Resiko

Manfaat Jahe dan Resiko

Fakta Manfaat Jahe dan Resiko Bila mengkomsumsi Jahe Belebihan

Manfaat dan resiko Jahe ialah herbal yang paling terkenal dan sudah dipakai selaku penyembuhan pilihan sepanjang beratus-ratus tahun untuk menyembuhkan banyak penyakit umum. Tetapi, herbal ini jangan dipakai secara asal-asalan.

Faedah jahe untuk menahan infeksi virus ini membuat orang pengin konsumsi herbal satu ini. Jahe biasa dimakan selaku minuman, suplemen, dan penyedap makanan. Bahkan juga harga jahe sempat bertambah di pasar. Seringkali orang konsumsi jahe terlalu berlebih.

Baca Juga: Manfaat Jahe dan Resiko

Berikut adalah manfaat dan resiko jahe apabila mengkonsumsinya secara berlebihan bagi tubuh.

Jauhi Jahe dalam Keadaan Kesehatan Ini

Konsumsi jahe bisa memunculkan permasalahan untuk sebagian orang yang mempunyai penyakit atau keadaan kesehatan spesifik. Efek jahe pada mereka bisa berpengaruh jelek. Berikut barisan orang yang tidak disarankan untuk konsumsi jahe saat sebelum konsultasi sama dokter:

1. Orang yang Mempunyai Abnormalitas Darah

Berdasar teori, jahe bisa kurangi kekuatan sel darah (trombosit) untuk bergabung dan tutup cedera hingga tingkatkan resiko perdarahan. Tetapi, riset mendapati bukti yang sama-sama berlawanan.

Bila Anda mempunyai abnormalitas pembekuan darah, misalkan saja hemofilia, konsultasilah dahulu sama dokter Anda saat sebelum konsumsi jahe khususnya berbentuk suplemen. Jika Anda konsumsi jahe dan muncul keluh kesah seperti gampang bengkak, gampang berdarah, atau perdarahan yang susah stop, selekasnya hentikan.

2. Orang yang Sedang Konsumsi Obat Spesifik

Hubungan obat berlangsung bila Anda konsumsi beberapa obat bertepatan dengan minuman atau makanan spesifik. Hubungan obat bisa mengakibatkan menyusutnya efektifitas obat untuk mengobati penyakit. Ini ialah beberapa obat yang bisa memunculkan hubungan dengan jahe:

  • Anti-platelet, obat untuk penyakit jantung (misalkan clopidogrel).
  • Antikoagulan, obat untuk menghalangi pembekuan darah (misalkan warfarin).
  • Antiradang nonsteroid/ OAINS, misalkan aspirin.
  • Antihipertensi, misalkan kaptopril.
  • Obat diabetes, misalkan metformin.

Bila Anda memakai beberapa obat itu, tanyakan dulu sama dokter Anda saat sebelum konsumsi jahe berbentuk apa saja.

3. Ibu Hamil

Jahe banyak dianjurkan untuk wanita hamil, khususnya pada trimester pertama, sebab bahan alamiah ini dipercaya bisa kurangi muntah dan mual.

Tetapi, ada banyak hal yang perlu jadi perhatian saat sebelum Anda konsumsi jahe. Untuk ibu hamil, jumlah jahe yang dianjurkan ialah 1000–1500 mg setiap hari, yang dipisah dalam 2–4 kali konsumsi. Lebih dari itu, jahe dicemaskan bisa berpengaruh negatif, rasa seperti terbakar pada lambung.

4. Pasien Diabetes

Jahe mempunyai dampak kurangi kandungan gula darah. Karenanya, pasien diabetes harus mengawasi gula darah sesudah konsumsi jahe. Pasien diabetes yang kebanyakan konsumsi jahe bisa berasa lemas atau pusing. Bila keadaan ini tidak juga lebih baik, selekasnya mencari kontribusi klinis.

Jika pasien diabetes benar-benar pengin konsumsi jahe secara teratur, mereka harus bicara sama dokter mengenai obat yang pas untuk kurangi peluang pengurangan kandungan gula darah.

Biasanya, jahe yang dimakan setiap hari berbentuk minuman atau makanan jarang-jarang sekali memunculkan efek, atau cuman memunculkan efek enteng.

Efek kerap kali muncul karena konsumsi jahe yang kebanyakan. Pada umumnya, Anda tidak disarankan konsumsi lebih dari 4 gr jahe setiap hari.

Sampai sekarang, bukti ilmiah berkenaan efek jahe untuk kesehatan masih berlawanan. Walaupun begitu, seharusnya beberapa orang dengan penyakit atau keadaan kesehatan spesifik masih siaga. Terutama bila Anda konsumsi jahe dalam skala besar, misalkan berbentuk suplemen.

Misalkan, jahe jangan dimakan bersama beberapa obat spesifik sebab bisa berhubungan dengan obat dan mempengaruhi langkah kerjanya. Disamping itu, konsumsi jahe yang terlalu berlebih dapat memunculkan efek spesifik.

Walau efek jahe sejumlah besar diakibatkan karena konsumsi yang terlalu berlebih, kamu harus tetap waspada. Berikut beberapa efek jahe yang penting kamu cermati.

1. Mulas

Jika jahe dimakan dalam jumlah lebih dari 4 gr setiap hari, bisa mengakibatkan mulas enteng. Efek yang lain yang kemungkinan berlangsung ialah sakit di perut dan bersendawa.

Satu riset yang diterbitkan dalam jurnal Hindawi, memberikan laporan jika subyek yang konsumsi lebih dari 5 gr jahe setiap hari bisa mengakibatkan efek ini, terhitung mulas.

Beberapa tukarnya, kamu kemungkinan perlu coba jahe berbentuk kapsul. Karena, konsumsi jahe berbentuk kapsul tidak mengakibatkan efek seperti konsumsi jahe berbentuk fresh.

2. Diare

Bila dimakan dengan jumlah banyak, jahe dapat mengakibatkan diare. Ini sebab gingerol, bahan aktif dalam jahe, bisa percepat pergerakan makanan lewat usus dan bisa mengakibatkan diare, menurut studi pada jurnal World Journal of Gastroenterology.

Diare sendiri bisa berlangsung bila tinja bergerak begitu cepat lewat aliran pencernaan. Gerakan gastrointestinal yang abnormal dibarengi sekresi cairan yang terlalu berlebih dari aliran gastrointestinal bisa memacu diare.

3. Pendarahan

Jahe bisa jadi memperburuk permasalahan perdarahan. Menurut riset yang diedarkan pada jurnal Ginger, beberapa ahli yakin jika jahe bisa mengakibatkan perdarahan sebab mempunyai dampak anti-platelet atau pencair darah.

Saat itu, beberapa lainnya yakin jahe lebih dapat tingkatkan resiko pendarahan bila dimakan bersama-sama dengan herbal lain seperti cengkeh, bawang putih, ginseng, dan semanggi merah. Meski begitu, riset selanjutnya diperlukan buat menunjukkan asumsi ini.

4. Kemungkinan tidak aman untuk ibu kehamilan

Sesungguhnya, jahe berguna untuk kurangi rasa mual pada wanita hamil, tetapi penting untuk pahami efeknya juga. Menurut studi dalam jurnal Food Science dan Nutrition, jahe kemungkinan tidak beresiko bila dimakan dalam jumlah di bawah 1500 mg setiap hari. Di luar jumlah itu, jahe bisa saja tidak aman untuk ibu hamil, bahkan juga bisa tingkatkan resiko keguguran.

Masih juga dalam riset yang serupa, resiko itu berlaku untuk konsumsi jahe berbentuk suplemen dan jumlah besar. , walau pada intinya jahe aman jika dipakai dengan jumlah spesifik, namun beresiko mengakibatkan permasalahan sepanjang kehamilan, seperti refluks asam dan mulas.

Jahe dapat tingkatkan resiko perdarahan dengan kurangi agregasi trombosit. Hingga, ibu yang kehilangan banyak darah waktu melahirkan harus menghindar jahe pada hari-hari awalnya sesudah melahirkan.

5. Bisa turunkan gula darah terlalu berlebih

Jahe umumnya dikenali selaku penyembuhan pilihan untuk menolong menyembuhkan diabetes dengan turunkan kandungan gula darah. Tetapi, meminum bersama-sama dengan obat diabetes bisa mengakibatkan permasalahan. Jahe bisa tingkatkan dampak obat dan mengakibatkan hipoglikemia atau pengurangan gula darah yang terlalu berlebih. Riset itu sudah diedarkan dalam International Journal of Endocrinology and Metabolism.

Jahe adalah rempah yang biasa dijumpai dalam minuman dan makanan setiap hari. Bukan hanya nikmat dan hangat, jahe bisa juga menolong menangani bermacam keluh kesah kesehatan. Salah satunya faedahnya yang terpopuler untuk menurunkan mual.

Meskipun begitu, jahe dapat memacu efek pada sebagian orang. Misalkan saja, alergi, diare, rasa terbakar di ulu hati, dan iritasi pada tempat mulut. Disamping itu, konsumsi jahe pun tidak disarankan untuk beberapa orang yang mempunyai penyakit atau keadaan kesehatan spesifik. Siapa sajakah?

Harus dianggap, jahe sudah lama dihandalkan untuk tingkatkan ketahanan badan dan dipakai selaku penyembuhan pilihan untuk bermacam keadaan. Tetapi, ingat efek yang kemungkinan diakibatkan, seharusnya kamu masih batasi konsumsi jahe.