Kanker serviks Pada Wanita

Kanker serviks Pada Wanita

Ciri-ciri,Pengertian, dan Penanganan Kanker serviks Pada Wanita

Kanker serviks atau kanker mulut kandungan ialah satu penyakit saat sel di sekitar serviks pada tubuh wanita tumbuh secara abnormal, yang selanjutnya menghancurkan organ badan lain.

Mengenal beberapa ciri kanker serviks penting untuk dikerjakan sebab penyakit ini jadi salah satunya penyakit beresiko untuk wanita. Masalahnya data yang dikeluarkan di tahun 2018 mengatakan jika lebih dari 1/2 pasien kanker serviks wafat.

Tiap wanita beresiko untuk terserang kanker serviks. Tetapi, Anda yang mempunyai mekanisme ketahanan tubuh yang kurang kuat, kerap bergonta-ganti pasangan seksual, dan konsumsi pil KB dalam periode panjang, condong lebih beresiko.

Oleh karenanya, mengenal beberapa ciri kanker serviks penting untuk dikerjakan supaya penyakit ini bisa teridentifikasi sedini khususnya pada wanita.

Ciri-Ciri Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher kandungan adalah penyakit kanker yang menyerbu leher kandungan dan berasal dari human papilloma virus atau HPV. Di awal dialami, kanker serviks sering tidak memunculkan tanda-tanda hingga kerap kali baru teridentifikasi sesudah masuk fase lanjut.

Meskipun begitu, banyak hal menjadi sisi dari beberapa ciri kanker serviks, misalnya:

Keputihan yang tidak biasa

Beberapa ciri kanker serviks yang lain ialah keputihan yang tidak normal. Lendir pada keputihan akan alami perombakan warna, mempunyai wewangian yang tidak lezat atau berbau, dan berlangsung perombakan struktur dan stabilitas cairan vagina.

Meskipun begitu, keputihan yang tidak biasa ini bisa juga berasal dari penyakit lain, hingga Anda dianjurkan untuk konsultasi sama dokter waktu merasakannya.

Ngilu waktu melakukan hubungan intim

Pada fase lanjut, sinyal yang tampil bisa lebih bermacam, diantaranya ialah ngilu panggul waktu melakukan hubungan intim. Ngilu ini memunculkan merasa tidak nyaman pada saat melakukan hubungan intim.

Bila Anda rasakan keluh kesah ini, selekasnya kontrol diri ke dokter buat pastikan pemicunya. Masalahnya kecuali dihubungkan dengan penyakit kanker serviks, keluh kesah ini dapat dipacu oleh penyakit lain, seperti endometriosis atau fibroid.

Frekwensi buang air kecil bertambah

Sakit waktu buang air kecil dan tidak dapat meredam kemauan untuk buang air kecil jadi tanda-tanda atau beberapa ciri kanker serviks.

Keadaan ini umumnya berasal dari sel kanker yang tumbuh melingkari leher kandungan, lalu menebar sampai ke kandungan kemih. Tetapi tanda-tanda ini bisa juga tampil karena infeksi aliran kemih (ISK), hingga Anda perlu untuk ke dokter untuk menentukannya.

Gampang capek

Ciri-ciri yang lain akan tampil waktu Anda menanggung derita kanker serviks ialah gampang capek. Keadaan ini berlangsung karena perdarahan yang tidak normal pada vagina, hingga lama-lama badan alami kekurangan sel darah merah (anemia) yang mengakibatkan timbulnya rasa capek. Rasa capek yang dirasa umumnya akan berjalan setiap waktu dan tidak raib walau Anda sudah istirahat cukup.

Kanker ini bisa mematikan terlebih jika tidak teridentifikasi awal. Berdasar info dari National Cervical Cancer Coalition, kanker serviks ada di posisi ke-4 di dunia selaku tipe penyakit yang tersering dialami wanita. Walau sebenarnya, kanker serviks adalah salah satunya tipe kanker yang paling dapat dihindari.

Melalui artikel ini, diinginkan golongan wanita makin lebih gawat dan sensitif pada kesehatan diri. Yok, kenali info penting sekitar kanker serviks supaya kita dapat waspada dan menghindarinya.

Pra-kanker ke kanker serviks

Saat sebelum beralih menjadi sel kanker yang beresiko, sel yang ada di sekitar serviks bisa memperlihatkan tanda-tanda pra-kanker.

Kanker serviks berlangsung waktu sel yang ada di transformation zona tumbuh dan beralih menjadi tidak normal. Transformation zona ialah aliran tempat berjumpanya endocervix dan exocervix.

Merilis situs American Cancer Society (ACS), posisi transformation zona bisa berbeda bersamaan dengan pertambahan umur dan sesudah melahirkan. Endocervix ialah aliran pada organ reproduksi wanita yang ke arah uterus, sedang exocervix ialah sisi luar dari serviks yang bisa disaksikan oleh dokter pada saat lakukan test dengan spekulum, alat untuk meredam mulut vagina.

Tanda-tanda pra-kanker bisa dijumpai dengan jalani test pap smear. Sesudah lakukan test, dokter akan mengecek contoh untuk mengenali apa sel yang diambil mempunyai kecondongan untuk beralih menjadi sel kanker atau mungkin tidak.

Masih mengambil sumber dari ACS, dokter selanjutnya akan memberi rasio 1 sampai 3 dengan 1 selaku tidak beresiko dan 3 selaku sel beresiko yang bisa beralih menjadi kanker.

Pasien selanjutnya jalani penyembuhan berdasar hasil test. Penyembuhan ini penting untuk menahan sel pada serviks beralih menjadi ganas dan menghancurkan peranan organ badan lainnya.

Tanda-tanda

Beberapa gejala kanker serviks berdasar info dari National Health Servis Inggris (NHS) diantaranya:

  • Perdarahan yang tidak lumrah di vagina, khususnya sesudah atau pada saat lakukan hubungan seksual, sebelum dan setelah menstruasi, dan sesudah menopause.
  • Vagina keluarkan cairan dan berbau yang menusuk.
  • Merasa sakit waktu lakukan hubungan seks.
  • Sakit atau ngilu di punggung sisi bawah atau tempat pelvis.

NHS mengatakan jika ada juga pasien yang tidak memperlihatkan tanda-tanda awalnya apa saja, hingga penting untuk tiap wanita untuk teratur lakukan test Pap smear.

Pakar ginekologi dari Johns Hopkins Medicine, Margot Watson, mengatakan jika test Pap smear bisa dikerjakan oleh wanita dari umur 21 tahun. Jika hasil test dipastikan normal, karena itu test ulangi dikerjakan tiga tahun setelah itu. Tetapi, untuk wanita umur 30 tahun ke atas perlu lakukan test Pap smear dan test HPV. Jika hasil test Pap smear dan HPV normal, karena itu ke-2 test ini bisa diulangi 5 tahun setelah itu.

HPV

Human papillomavirus (HPV) ialah pemicu kanker serviks. Merilis situs NHS, ada lebih kurang 100 tipe HPV. Beberapa macam HPV tidak memperlihatkan tanda-tanda dan infeksi akan raib sendiri. Ada juga tipe HPV yang mengakibatkan kutil kelamin. Tetapi, tipe ini tidak beresiko jadi kanker serviks.

Disebut jika HPV 16 dan 18 ialah dua tipe HPV yang bisa beralih menjadi kanker serviks.

HPV menebar dan menyebar waktu lakukan hubungan seks, contact langsung di antara kulit kelamin yang telah terkena dengan kulit kelamin yang belum terkena, dan memakai seks toy.

Penyembuhan

Pusat Pengaturan dan Penjagaan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan jika pasien yang positif mempunyai kanker serviks akan jalani penyembuhan yang terbagi dalam:

  • Operasi, mana yang dokter akan ambil susunan atau sel kanker dari badan.
  • Kemoterapi, untuk memperkecil atau membunuh sel kanker. Obat bisa berbentuk minum tablet atau obat disuntikkan ke dalam pembuluh darah.
  • Radiasi, untuk mematikan sel kanker.
Penjagaan

Untuk menahan terkena kanker serviks, tiap wanita bisa:

  • Mendapatkan vaksin HPV yang diberi mulai umur 11 sampai 26 tahun. Situs CDC mengatakan, vaksin kurang efisien jika diberi melalui umur 26 tahun sebab ada peluang orang itu telah terpampang oleh HPV. Tetapi, ada sebagian orang dewasa yang berumur 27 sampai 45 tahun memperoleh vaksin sesudah berunding sama dokter. Vaksin HPV bisa didapat dengan berkunjung dokter pakar ginekologi.
  • Vaksin untuk anak wanita di bawah umur 15 tahun, diberi 2 kali dalam jarak 6-12 bulan. Jika vaksin dikerjakan waktu dewasa (>15 tahun), karena itu vaksin diberi 3x.
  • Tes Pap smear untuk cari pertanda sel pra-kanker.
  • Tes HPV untuk menyaksikan apa pada tubuh ada HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks.
  • Tidak merokok.
  • Menggunakan kondom waktu berhubungan seksual.
  • Tidak bergonta-ganti pasangan.

Itu info penting mengenai kanker serviks yang harus dijumpai oleh seluruh orang, terutamanya wanita.

Walau kanker serviks adalah kanker ke-4 yang tersering dialami oleh wanita di penjuru dunia, tapi kanker ini dapat dihindari. Penjagaan khusus dan paling mudah dengan memperoleh vaksin saat sebelum berumur 26 tahun.

Disamping itu test Pap smear dan test HPV pada wanita umur 30 tahun ke atas dapat mengetahui adakah virus beresiko pada tubuh yang bisa beralih menjadi kanker. Paling akhir, jauhi ganti-ganti pasangan dan kerjakan sex secara aman untuk meminimalisir resiko penyebaran HPV.

Bebagai infomasi kesehatan lainnya anda bisa langsung membaca dengan mengkunjungi situs https://resepherbal.net