Faedah Berdoa untuk Kesehatan Fisik dan Psikis

Faedah Berdoa untuk Kesehatan Fisik dan Psikis

Faedah Berdoa untuk Kesehatan Fisik dan Psikis, Dapat Tenangkan Hati

Saat hati berduka, kalut, patah semangat, kesepian dan geram, sering ini akan bawa kita jadi individu yang seringkali berdoa untuk kesehatan fisik. Ini akan bawa kita jadi individu yang lebih dekat sama si Maha Kuasa.

Tetapi, berdoa sesungguhnya tidak cuman dikerjakan waktu hati berduka dan resah saja ladies. Di kesempatan apa saja, kapan saja dan di mana juga, kita selalu diharuskan untuk berdoa dan memanjatkan puji sukur dan keinginan kita ke Tuhan.

Baca Juga: Kerjakan 11 Rutinitas Baik Ini sesudah Nge-gym

Berdoa, jadi rutinitas yang dapat membuat kita jadi individu yang selalu memikir positif, semakin tenang dan bebas dari bermacam permasalahan kesehatan fisik mental. Beberapa pakar mengutarakan minimal ada 4 faedah sehat dari rutinitas berdoa.

Tidak selama-lamanya segala hal ada dalam kendalian kita. Kadang, ada beberapa hal yang berlangsung di luar gagasan dan membuat kita tersuruk. Pada kondisi tidak memiliki daya, cukup banyak orang yang memasrahkan semua pada Tuhan. Doa juga dipanjatkan sambil mengharap, semua akan baik saja seperti yang lalu.

Lalu, apa faedah berdoa untuk kesehatan psikis, kecuali memberi ketenangan jiwa? Cari info jawabnya di sini, yok!

  1. Berpengaruh pada tekanan darah dan detak jantung

Percayakah kamu jika berdoa mempunyai potensi memberikan keuntungan tekanan darah dan detak jantung? Ini ditunjukkan dalam studi dengan judul “Impact of Meditation on Resting and Ambulatory Blood Pressure and Heart Rate in Youth” yang diedarkan di Psychosomatic Medicine tahun 2004.

Studi ini menyertakan 73 murid sekolah menengah yang disuruh terjebak dalam sesion meditasi 10 menit di sekolah dan di dalam rumah tiap hari sepanjang 3 bulan. Hasilnya, nampak ketidaksamaan yang berarti pada tekanan darah sistolik dan diastolik dan renyut jantung dari pretest ke posttest. Pengurangan tekanan darah dan renyut jantung mengisyaratkan rileksasi.

  1. Memperlihatkan semakin sedikit stres dan kekhawatiran, dan semakin banyak kepercayaan diri

Berdoa kemungkinan tidak hilangkan stres dan kekhawatiran, tapi minimal menolong kuranginya. Ini ditunjukkan melalui riset dengan judul “The Effect of Prayer on Depression and Anxiety: Pemeliharaan of Positive Influence One Year After Prayer Intervention” yang diedarkan di The International Journal of Psychiatry in Medicine tahun 2012.

Periset menyelidik dampak doa pada stres, kekhawatiran, dan emosi positif. Subyek dengan stres dan kekhawatiran jalani interferensi doa yang terbagi dalam 6 sesion doa mingguan sepanjang 1 jam yang dilakukan tindakan sepanjang satu tahun.

Lalu, periset memperbandingkan penemuan saat sebelum doa, sesudah 6 sesion doa, 1 bulan dan satu tahun sesudah interferensi doa. Penilaian saat doa pada 1 bulan dan satu tahun memperlihatkan semakin sedikit stres dan kekhawatiran, dan semakin banyak kepercayaan diri dan tingkat pengalaman religius yang semakin tinggi.

  1. Hasilkan dampak positif pada peranan otak dan kebal

Seterusnya, berdoa bisa tingkatkan peranan otak dan kebal. Riset dengan judul “Alterations in Brain and Immune Function Produced by Mindfulness Meditation” yang diedarkan di Psychosomatic Medicine tahun 2003 ini juga memberikan bukti.

Subyek riset sejumlah 25 orang jalani program training meditasi kesadaran sepanjang 8 minggu. Periset menghitung rutinitas listrik otak sebelum dan setelah meditasi, lalu menghitungnya kembali 4 bulan sesudah program.

Hasilnya, berlangsung kenaikan yang berarti pada aktivasi anterior segi kiri, sisi yang dihubungkan dengan dampak positif. Disamping itu, bisa dibuktikan jika meditasi dapat hasilkan dampak positif pada peranan otak dan kebal.

  1. Kurangi depresi dan tingkatkan situasi hati yang positif

Satu studi yang dikerjakan beberapa pakar mental di tahun 2014 mengatakan jika berdoa berguna menahan dan menangani depresi. Kemampuan doa bahkan juga dapat membuat seorang terlepas dari resiko stres permasalahan mental yang lain. Kemampuan doa dapat membuat seorang jadi semakin tenang, tidak gampang harapan dan memikir positif.

Tidak mengagetkan bila berdoa disebut dapat kurangi depresi dan tingkatkan situasi hati yang positif.

Sekitar 83 murid memperoleh meditasi kesadaran sepanjang 1 bulan. Hasilnya, barisan yang lakukan meditasi dan rileksasi alami pengurangan berarti dalam kesulitan dan kenaikan situasi hati positif.

Ini sebab meditasi bisa kurangi pemikiran dan sikap yang mengusik. Dengan merenung dan berdoa, kita mempunyai kesadaran untuk kurangi desakan.

  1. Tingkatkan kesempatan berlangsungnya kehamilan

Yakin atau mungkin tidak, wanita yang berdoa atau didoakan mempunyai tingkat kehamilan yang semakin tinggi? Supaya makin percaya, lihatlah riset yang dengan judul “Does Prayer Influence the Success of in Vitro Fertilization-embryo Transfer? Report of a Masked, Randomized Trial” yang diterbitkan di The Journal of Reproductive Medicine tahun 2001.

Subyek riset ialah 219 wanita berumur 26-46 tahun yang dirawat secara beruntun dengan fertilisasi in vitro-transfer embrio (IVF-ET). Lantas, mereka dipisah jadi dua barisan: yang memperoleh doa (intercessory prayer) dan tidak.

Rupanya, barisan yang memperoleh doa mempunyai tingkat kehamilan yang semakin tinggi dibanding yang tidak, dengan perbedaan 50 % versi 26 %. Namun, masih perlu riset kelanjutan untuk menunjukkan validitasnya.

  1. Mempersingkat periode tinggal di dalam rumah sakit

Berdasar riset yang diterbitkan di British Medical Journal tahun 2001, diketemukan jika doa syafaat (intercessory prayer) dihubungkan dengan periode tinggal yang lebih singkat di dalam rumah sakit. Tidak itu saja, pasien dengan infeksi saluran darah alami waktu demam yang lebih pendek.

Studi ini menyertakan 3.393 orang yang dirawat dalam suatu pusat kesehatan di antara tahun 1990 dan 1996, situs The Wire mengutarakan. Lantas, periset membaginya jadi dua barisan, yaitu yang berdoa atau mungkin tidak.

Menyaksikan dampak positif yang dibuat, periset mereferensikan supaya pemberian doa diperhitungkan untuk dipakai dalam praktek medis.

  1. Tumbuhkan ketenangan, kontrol, dan suport

Paling akhir, berdoa dapat tumbuhkan ketenangan, kontrol, dan suport. Ini sebab kadang kita mempunyai kebatasan untuk mengungkapkan emosi yang dirasa, hingga beberapa orang pilih untuk berdoa. Berdoa dapat mengusung beban psikis dan memunculkan kelegaan, seperti diterangkan di situs CNN.

“Orang kerap berpindah ke doa pada kondisi saat mereka alami hati negatif yang intensif, seperti amarah, duka cita, atau ketakutan,” tutur Brad Bushman, profesor komunikasi di The Ohio State University, Amerika Serikat.

  1. Panjang Usia

Satu studi yang dikerjakan beberapa periset di Harvard School of Public Health mengatakan jika beberapa orang yang spiritual dan suka berdoa di mushola, di kuil, di gereja atau tempat beribadah sama keyakinan semasing biasanya mempunyai usia yang panjang. Mereka yang melaksanakan ibadah dengan ikhlas, benar-benar dan berharap ridha Tuhan, biasanya akan hidup lebih sehat, tenang dan berbahagia.

Apa lagi, di keadaan wabah seperti saat ini yang serba susah, orang akan berdoa saat mereka berasa ada suatu hal di luar kendalian mereka dan memerlukan kontribusi dari “kemampuan yang semakin tinggi” (higher power).

Nah, itu 7 faedah berdoa untuk kesehatan fisik dan psikis yang penting kamu kenali. Bagi info ini kesemua orang paling dekatmu, yok!